Stase terakhir selesaiii, horeeee, alhamdulillah, hihi. Belum
betul2 selesai sihh, karena masih harus perbaikan, tapi sisa ngumpul makalah aja,
ga ujian lagiii, syalalaa.. ~~
Sebenarnya masih ada orietasi dan ujian penyakit dalam sama
Forensik, tapi klo ingat IKM ini stase terakhir tetap aja rasanyaa
senaaaaaaaaangggggg bangett, hihi. Ya Allah, semoga hamba dan teman2 yang
berencana Yudisium Oktober bisa ikut yudis semua, lulus semua dengan hasil
memuaskan, aamiinnn Ya Allah Ya Mujib.
Ujian IKM dapet dokter yang baik, seneng dehh.padahal dulu
beliau masuk dalam daftar dosen killer di kamus perdosenan saya, hihi, maap ya
dokk ^^v sebenarnya saya sudah tidak ingat lagi bagaimana sikap beliau ketika
mengajar sampai harus masuk dalam list dosen yang saya takuti ketika kuliah
dulu. Tetapi setelah 2 tahun hidup di dunia yang keras, saya merasa sangat
bersalah pernah memasukkan beliau ke dalam daftar itu. Pastilah cara beliau
mengajar dulu, yang sampai akhirnya masuk dalam daftar dosen yang saya takuti,
tidak ada apa2nya jika dibandingkan apa yang telah saya alami 2 tahun ini. Trully
sorry, doc L. Yahh, saat itu saya hanya belum cukup dewasa
saja dalam memahami bentuk kasih sayang beliau.
Kasih sayang? Ya. Saya percaya setiap guru benar2
menginginkan yang terbaik untuk muridnya. Ahh, jadi teringat seorang guru
berhati mulia di bagian penyakit mata. Kata-kata beliau ketika kami meminta
maaf atas kesalahan yang benar-benar fatal, selalu membuat mata saya
berkaca-kaca karena haru jika mengingatnya. “kalian murid-murid saya, saya juga
tidak ingin melihat kalian gagal”. Kalimat itu.. ahh, mulia sekali hati beliau,
Bahkan ketika sikap kami melukai hati beliau, beliau tetap menyelamatkan kami
pada akhirnya. Biarlah Allah yang membalas kebaikan beliau.
Pada akhirnya, kerasnya hidup memang membuat kita lebih
dewasa dalam memaknainya. Hihi. Sekeras apa sihh? Berlebihan deh kayanya, haha.
Yahh, mungkin saja memang berlebihan. Tapi memang itulah yang saya rasakan. Saya,
seorang anak manja yang selalu hidup dalam zona aman dan nyaman di dekat
keluarga, tiba-tiba harus terdampar di kota asing seorang diri. Belajar hidup
sendiri tanpa ada keluarga yang selalu siap diandalkan kapan saja saya butuhkan.
Tadinya, ketika awal-awal kuliah, saya pikir bergadang membuat laporan, pulang
sore karena praktikum, pontang-panting mempersiapkan ujian, sudah cukup keras
untuk dilalui. Tetapi begitu masuk dunia baru dalam 2 tahun terakhir, dunia
koas, it was harder than before, haha.
Bergadang karena membuat laporan tidak ada apa-apanya dibanding tidak tidur
ketika jaga VK. Pulang sore hari lebih beruntung dibanding tidak pulang bahkan
tidak mandi ketika jaga IGD 32 jam. Dan pontang panting untuk mempersiapkan
ujian jauh lebih baik dibanding tidak ada waktu untuk mempersiapkan ujian. Yahh,
manusia memang sulit sekali untuk bersyukur. Tapi sekali lagi, semoga
pengalaman2 hidup yang kita dapat selalu membuat kita menjadi manusia yang lebih baik.
Dan dalam proses menjadi lebih baik ini, tentu saja banyak
orang yang berperan. Para guru-guru ini salah satunya. Walaupun sikap nya
terkadang keras, walaupun terkadang memberi hukuman, walaupun tidak jarang
membuat kita meneteskan air mata, pada akhirnya merekalah yang turut berperan membuat
kita menjadi seperti sekarang. Kasih sayang mereka memang tidak selalu berwujud
kelembutan, tetapi dalam setiap sikap mereka hanya yang terbaik yang ingin
mereka berikan. Hanya saja, terkadang hati kita terlalu kecil untuk bisa
memahami bentuk kasih sayang mereka. Dan tentu saja, karena mereka pun manusia
yang memiliki ambang batas kesabaran. Terima kasih guru-guruku, kebanggaanku. Kami
mungkin tak akan pernah bisa membalas jasa-jasa kalian, biarlah Allah yang
membalasnya. Semoga kebaikan, kesehatan, dan kebahagian selalu menyelimuti
hidup kalian. Amiin Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim.
Dan tentu saja, untuk kedua orang tua dan saudara2 saya,
terimakasih untuk doa, semangat, dan cinta yang tak pernah putus. Kalianlah guru
abadi saya..
Nb: Nulis ini kaya yang mo di sumpah aja besok, hihi. Ini karena
terlalu bahagia uda lewat stase terakhirr, syalalaaa~~







0 komentar:
Posting Komentar